Jumat, 30 September 2016

Kepemimpinan Profetik

Oleh : Bachtiar Firdaus S.T., M.P

Kepemimpinan profetik merupakan intisari yang di berikan di Rumah Kepemimpinan. Kenapa Rumah Kepemimpinan? Karena dalam hadist disebutkan bahwa setiap dari kita adalah pemimpin. Dan kita yang sudah diberi kesempatan untuk masuk dirumah kepemimpinan harus selalu memperbaiki niat. Niatlah yang membedakan kita di Rumah Kepemimpinan. NIAT, ya. Ada seribu niat yang yang bisa mengeluarkan kita di RK, tapi hanya ada 1 niat yang bisa membuat kita bertahan di RK. Anda adalah pemimpin, meskipun memimpin itu baik, tapi niatlah yang membuatmu bertahan.
“Allah telah mengirim kamu untuk mengeluarkan siapa yang Dia kehendaki dari penghambaan kepada Allah, dan dari sempitnya dunia menuju kekuasaan dunia akhirat, dari penyimpangan agama yang ada menuju keadilan Islam’. Perkataan Rubai bin Amir kepada Panglima Persia Rustum.
Kepemimpinan Profetik.
Dalam konsep kepemimpinan ini, misi kita adalah membebaskan diri dari Tuhan-Tuhan selain Allah, dan Kemudian membebaskan orang lain dari Tuhan-Tuhan kecil selain Allah. Kepemimpinan Profetik ini dapat kita pelajari dan analisa dari kisah kepemimpinan Nabi-Nabi dalam Al- Quran.
Konsep Kepemimpinan Profetik Menurut Alm. Prof. Dr. Kuntowijoyo berdasar QS Ali- Imran : 110 bahwasanya Kepemimpinan Profetik membawa 3 misi, yaitu :
1.      Humanisasi
2.      Liberalisasi
Visi ini bertujuan membebaskan manusia dari belenggu keterpurukan dan ketertindasan. Kita tidak boleh merasa baik, merasa sholeh/ah sebelum kita membuat orang lain menjadi baik, mebuat orang lain menjadi sholeh.
3.      Misi Trasendensi/ Tu’minuna billah.
Misi yan berfungsi untuk mebuat kesadaran ilahiyah yang mampu menggerakkan hati dan bersikap ikhlas kepada segala yang telah dilakukakn. Yang nantinya akan menyelamatkan kita di akhirat.


SESI 2
Pentingnya sejarah adalah kita dapat belajar dari kejadian-kejadian masa lalu, lalu mengambil hikmah dan menggunakannya untuk perbaikan di masa depan. Lewat sejarah pulalah kita mengetahui bahwasanya dulunya ummat Islam pernah berjaya dan menguasai peradaban. Ummat Islam penjadi kiblat keilmuan dari seluruh bangsa. Dengan sejarah itulah kita dapat mengambil ilmu, pelajaran yang dapat digunakan untuk mengubah peradaban sekarang ini.
Keniscayaan Perubahan
            Orang yang bisa berubah adalah orang yang bisa membaca tanda dan arah perubahan. Orang tersebut dapat mengerti kearah mana pergerakan yang ada di lingkungannnya. Untuk memperkuat  arah baca tersebut, perlu didukung dengan membaca buku yang membahas tentang masa depan.
Dalam perubahan tersebut, Allah SWT harus senantiasa terlibat dalam proses perubahan. Karena Allah merupana faktor penentu keberhasilan perubahan kita. Kemudian, setiap proses perubahan dan peristiwa sejarah harus dilihat dari 2 perpestif, yakni materialis dan trasedental.
Arah gerak perubahan itu dari keadaan buruk ke  arah yang baik. Keadaan buruk itu membaca bencana. Jangan lagi terjebak status quo atau yang sering disebut dengan zona nyaman. Zona nyaman ini membuat diri kita meganggap bahwa diri ini adalah kurcaci-kurcaci. Padahal, sebenarnya kita adalah seorang raksasa. Buat diri ini untuk mengeksplor segala potensi-potensi dalam diri.
Titik Tolak dan Metode Perubahan
Nabi Muhammad SAW dalam membangun masyarakat muslim baru di kota Madinah mendasarkan pada kekuatan :
1.      Kesatuan visi dan orientasi hidup  (dengan langkah membangun masjid)
2.      Semangat kesatuan dengan solidaritas (mempersaudarakan muhajirin dan anshar)
3.      Kemandirian dalam bidang ekonomi (membangun pasar muslim yang dipisah dari pasar yahudi)
4.      Kedaulatan politik umat (perjanjian Madinah)
Prinsip Perubahan dalam Islam adalah dimulai dalam diri, dari diri sendiri dan untuk kemaslahatan diri. PAKSA! PAKSA! PAKSA!
Memaknai perubahan dapat dilihat dari 4 point berikut :
1.      The small act big and the big small act small
2.      Dont build wills
3.      Scenario planning
4.      The best organization are the best colaborators.
Perubahan itu dari kesadaran pribadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar